Fashion

Friday, December 20, 2019

081211490710 | Daya Tahan Membrane Terhadap Cuaca Ekstrim



Kanopi Membrane saat ini terbuat dari bahan pvdf yang di produksi agar tahan terhadap cuaca ekstrim panas, hujan dan dingin.
Bagian kerangka atau penyangga bawah tenda membrane /kanopi kain tentu terbuat dari bahan besi atau baja kuat. Selanjutnya bagian membrane atau lapisan tipisnya terbuat dari jenis bahan di bawah ini.
  1. PTFE fiberglassBahan dengan nama Polytetrafluoroethylene merupakan serat kaca yang dilapisi semacam teflon. Gabungan dari kedua bahan ini bisa menghasilkan kanopi membrane/kanopi kain yang kuat dan tahan lama. Estimasi kekuatan bahan ini sekitar 30 tahun.
  2. ETFE FilmBahan ETFE (Ethylene Tetrafluoroethylene) terkenal sangat kuat, ringan, dan tembus cahaya. Pemasangan berlapis-lapis pun tidak masalah karena bisa memberikan kesan estetika yang cukup mengesankan.
  3. Bahan tenda membrane /kanopi membrane dari PVC atau polyvinyl chlorideCukup banyak diandalkan oleh pemilik bangunan atau proyek arsitektur. Bahan ini cukup awet, seratnya elastis, dan yang paling penting lagi adalah cukup terjangkau bahannya. Membrane PVC juga hadir dalam banyak warna sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.
Selain bahan di atas, di pasaran kita juga mengenal jenis membrane dari beberapa pabrikan dunia. Berikut beberapa jenis membrane yang banyak digunakan di Indonesia.
  • ferrari — Berasal dari Prancis dengan tipe 750 dan 900 gsm.
  • Crowntex– Berasal dari Tiongkok dengan tipe 750 dan 900 gsm
  • Agtex— Produk lokal Indonesia yang menyediakan tipe 650, 750, 900 gsm.

Kelebihan Memakai Tenda Membrane / kanopi kain

Ada beberapa kelebihan yang membuat Anda harus memilih kanopi membrane / kanopi kain.
  • Tahan dengan cuaca dan tidak mudah rusak. Meski terkena hujan dan panas, kanopi membrane tidak akan rusak. Apalagi didukung dengan struktur yang kuat. Tenda bisa bertahan hingga puluhan tahun tanpa rusak sama sekali.
  • Kuat menahan angin hingga kecepatan di atas 100 km/jam. Beberapa jenis tenda akan mudah rusak seperti terbawa angin atau malah pecah.
  • Bisa dibentuk menjadi berbagai macam struktur. Tidak hanya persegi panjang saja. Bahkan bentuk abstrak sekali pun juga bisa dibuat.
  • Memiliki banyak pilihan jenis bahan membrane dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan mulai dari bujet hingga bangunan.
  • Warna bisa disesuaikan. Misal menggunakan bahan PVC yang jenisnya ada banyak atau bahan lain yang bisa dicat.

Tips Memilih Tenda Membrane / kanopi kain

Memilih tenda membrane / kanopi kain tidak bisa sembarangan. Oleh karena itu simak tips singkatnya di bawah ini.

Pastikan Memilih Vendor yang Tepat

Saat ini ada banyak penyedia jasa pemasangan tenda membrane / jasa pemasangan kanopi kain, tapi yang berkualitas dan terbukti tidak banyak. Kami adalah salah satu yang terbaik dan bisa diandalkan baik dari segi disain , kualitas dan harga kanopi membrane / kanopi kain.

Konsultasikan Jenis Tenda membrane / kanopi kain yang Akan Dipilih

Konsultasikan masalah tenda membrane / kanopi membrane yang akan Anda pilih. Misal ukuran tenda, jenis tenda yang dipilih apakah pakai kerangka saja atau ada tambahan sling. Tempat pemasangan tenda juga harus diperhitungkan agar bahan serta warna juga cocok.

Pertimbangkan Kualitas Bahan membrane

Kualitas bahan juga sangat utama. Kalau Anda dana lebih pilih yang terbaik. membrane bisa awet hingga puluhan tahun sehingga membuatnya sama saja dengan investasi.

Pertimbangkan Waktu Pengerjaan

Waktu pengerjaan juga penting. Pilih vendor yang waktu pengerjaan sesuai dengan hasilnya. Jangan memilih yang asal cepat tapi hasilnya mengecewakan.

Pertimbangkan Bujet yang Dimiliki



Pertimbangkan bujet yang Anda miliki. Kalau memang bujet yang dimiliki banyak, pilih yang terbaik mulai dari bahan, kerangka, hingga sling yang digunakan.
Demikian ulasan tentang tenda membrane / kanopi kain mulai dari bahan hingga pemasangan. Semoga ulasan di atas bisa Anda gunakan sebagai rujukan sebelum memutuskan untuk memesan tenda membrane / kanopi kain dari kami.

Friday, October 23, 2015

Cara Instalasi APP Inventor Secara Offline

Hai gais ketemu lagi dengan saya dalam tutorial cara install AppInventor secara offline. dalam tutorial ini kamu harus sudah memiliku dua program sebagai pendukung berjalannya appinventor secara offline :

1. Java kamu bisa download disini

    minimal jdk1.7 keatas ya dan cocokan java untk windowsnya (64bit or 32bit)

2. AI2 Ultimate 

    - 64bit download disini
    - 32bit download disini

4. ok setelah kamu punya dua file tadi mari kita mulai pertama-tama kamu instal dulu program Javanya denga klik dua kali pada file




5. selanjutnya program akan menanyakan apaka ingin instalasi java? kamu lanjutkan saja instalasinya seperti instalasi program-program biasa sampai denga selesai.


6. Selanjutnya melakukan pengaturan pada environment variable dengan mengklik My Computer > Properties 





7. Selanjutnya Klik Advance System Setting lalu klik Environtment Variable



8. Pada kotak dialog Environtment Variable Klik New lalu isikan sesuai gambar
    Catatatan : pada variable value file jdknya sesuaikan dengan yang kamu instalasi ya, kalo mau             memastikan jenis javanya silahkan ke C:\Program File|Java


 9. Setelah selesai klik Ok dan sekalii lagi Klik Ok, untuk melihat apakah java kamu sudah jalan kamu bisa tes java dengan klik start lalu ketik cmd selanjutnya enter. Selanjutnya ketik Java maka bila tampilannya seperti gambar berarti Java Kamu sudah bekerja 


10. Selanjutnya Install file kedua yang kamu download AI2Ultimate nya setelah beres, kamu dapat menjalankannya dengan klik dua kali 



11. Bila AI2 Ultimate anda bekerja maka akan muncul seperti gambar. kamu minimize saja tampilan teresebut

11. Buka browser apa saja misalnya crome lalu pada address ketikan localhost:8888. muncul tampilan seperti gambar lalu klik login



12. Selesai Sudah tahapan Instalasi APP Inventor Offline. Tampilan awal nya akan seperti ini



 Ok selamat mencoba ya. Salam kridamembrane

Wednesday, October 7, 2015

Supply Chain Management

Rantai pasokan menurut Clark and Scarf (1960) dalam Lee and Wang (1999) merupakan suatu rangkaian dari beberapa lokasi yang harus dilewati suatu material sebelum pada akhirnya sampai kepada konsumen. Rantai pasokan ini mencerminkan suatu sistem penyimpanan multi eselon dalam suatu rangkaian kebijakan kontrol optimalnya dengan karakteristik tertentu. Menurut Simchi-Levi et al. (2003), masalah kunci yang terkait dalam pengelolaan rantai pasokan terdiri dari konfigurasi jaringan distribusi, pengendalian inventori, kontrak pemasokan, strategi distribusi, integrasi rantai pasokan dan kemitraan strategis, strategi perantaraan (procurement) dan outsourcing, desain produk, teknologi informasi dan sistem penunjang keputusan serta penilaian pelanggan. Pengelolaan rantai pasokan tidak hanya dilakukan agar seluruh bagian sistem memberikan kinerja keseluruhan yang efektif, tetapi juga efisien.

Menurut Vorst (2004) rantai pasokan adalah jejaring fisik dan aktivitas pengambilan keputusan yang terkait dengan aliran bahan dan informasi yang melintasi batas-batas perusahaan. Menurut Vidal & Goetschalckx (1997), rancangan rantai pasokan mengharuskan keputusan yang terkait dengan beberapa hal, yaitu:
-            Jumlah, lokasi, kapasitas dan tipe pabrik dan gudang yang akan digunakan.
-            Kumpulan pemasok yang akan dipilih.
-            Saluran transportasi yang akan digunakan.
-            Jumlah bahan baku dan produk yang akan diproduksi dan pengiriman ke sejumlah pemasok, pabrik, gudang dan pelanggan.
-            Jumlah bahan baku, produk lanjutan dan produk akhir yang perlu disimpan sebagai persediaan di beberapa lokasi.
Istilah manajemen rantai pasokan dipopulerkan pertama kalinya pada tahun 1982 sebagai pendekatan manajemen persediaan yang ditekankan pada pasokan bahan baku. Pada tahun 1990-an isu manajemen rantai pasok telah menjadi agenda para manajer sebagai kebijakan strategis perusahaan. Hal ini juga didasari adanya kesadaran bahwa keunggulan daya saing perlu didukung oleh aliran barang dari pemasok hingga pengguna akhir. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh aliran barang dari hulu hingga hilir, yaitu pemasok bahan baku, pabrik, distributor, retail dan konsumen akhir.
Menurut Watanabe (2001), manajemen rantai pasokan merupakan suatu konsep atau mekanisme untuk meningkatkan produktivitas total perusahaan dalam rantai pasokan melalui optimalisasi waktu, lokasi dan aliran kuantitas bahan. Menurut Kalakota (2000), manajemen rantai pasokan adalah sebuah ‘proses payung’ di mana produk dibuat dan disampaikan kepada konsumen dari sudut struktural. Suatu rantai pasokan merujuk kepada jaringan yang rumit dari hubungan di mana organisasi mempertahankan dengan rekan bisnisnya untuk mendapatkan sumber produksi dalam mendistribusikan kepada konsumen. Menurut Chopra (2001), tujuan yang ingin dicapai dari setiap rantai pasokan adalah untuk memaksimalkan nilai yang dihasilkan secara keseluruhan. Rantai pasokan yang terintegrasi akan meningkatkan keseluruhan nilai yang dihasilkan dari rantai pasokan tersebut.
Manajemen rantai pasokan tersebut pada hakekatnya merupakan koordinasi rantai-rantai pasokan mulai dari proses produksi, pengolahan, distribusi, pemasaran hingga konsumen akhir. Manajemen rantai pasokan merujuk pada manajemen keseluruhan proses produksi, distribusi dan pemasaran di mana konsumen dihadapkan pada produk-produk yang sesuai dengan keinginan dan produsen dapat memproduksi produk-produk tersebut dengan jumlah, kualitas, waktu dan lokasi yang tepat. Menurut Vidal & Goetschalckx (1997), rancangan rantai pasokan mengharuskan keputusan yang terkait dengan lokasi, pemasok, transportasi dan manajemen pasokan bahan baku. Berdasarkan hal ini maka manajemen rantai pasok harus dapat mengintegrasikan aspek-aspek tersebut dalam proses pengambilan keputusannya.
Tujuan pengelolaan rantai pasokan adalah memasok produk siap pakai secara tepat waktu, tepat jumlah, tepat biaya dan yang terpenting, tepat mutu, dengan cara yang paling efisien. Manajemen rantai pasokan merupakan sebuah pendekatan yang dipakai untuk mengintegrasikan aktivitas pemasok, penjual, pengolah, pergudangan dan pengguna/konsumen agar produk dan jasa yang dihasilkan dapat didistribusikan dengan jumlah yang tepat, pada waktu yang tepat dan pada tempat yang tepat dengan sasaran akhir meminimalkan keseluruhan biaya dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen.
             Manajemen rantai pasokan berkaitan dengan siklus yang menyeluruh meliputi bahan mentah dari para pemasok ke kegiatan operasional di perusahaan, berlanjut ke distribusi sampai kepada konsumen. Hal penting yang menjadi dasar pemikiran pada konsep ini adalah fokus pada pengurangan kesia-siaan dan mengoptimalkan nilai pada rantai pasokan yang berkaitan. Merupakan pengelolaan berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh bahan mentah, dilanjutkan kegiatan transformasi sehingga menjadi produk dalam proses, kemudian  menjadi produk jadi dan diteruskan dengan pengiriman kepada konsumen melalui sistem distribusi. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan mencakup pembelian secara tradisional dan berbagai kegiatan penting lainnya yang berhubungan dengan pemasok dan distributor. Oleh karena itu manajemen rantai pasokan antara lain meliputi penetapan:
a.   Pengangkutan.
b.   Pembayaran secara tunai atau kredit (proses transfer)
c.   Pemasok
d.   Distributor dan pihak yang membantu transaksi seperti bank
e.   Hutang maupun piutang
f.   Pergudangan
g.   Pemenuhan pesanan
h. Informasi mengenai ramalan permintaan, produksi maupun pengendalian persediaan.
            Menurut Pujawan (2008) terdapat beberapa hal yang menjadi area cakupan utama rantai pasokan yaitu :
1.     pengembangan produk
2.     pengadaan
3.     perencanaan dan pengendalian
4.     operasi/produksi
5.     pengiriman/distribusi
Menurut Marshal Fisher dalam Pujawan (2008), kegiatan rantai pasokan dibedakan menjadi dua yaitu: aktivitas fisik dan aktivitas mediasi pasar.  Kegiatan aktivitas fisik meliputi sourcing (mencari bahan baku), produksi, penyimpanan material/produk, distribusi/transportasi, pengembalian produk (return). Aktivitas mediasi pasar meliputi riset pasar, pengembangan produk, penetapan harga diskon dan pelayanan purna jual.
Keunggulan kompetitif dengan adanya suatu manajemen rantai pasokan adalah suatu aliran barang atau produk dalam rantai pasokan dapat dikelola.  

Nilai Gizi Buah Kelapa Muda

Berbeda dengan buah kelapa tua yang pemanfaatannya sangat beranekaragam, daging buah kelapa muda umur delapan bulan umumnya hanya terbatas sebagai bahan baku untuk minuman es kelapa. Sedangkan air kelapa muda dikonsumsi langsung sebagai minuman segar bersama dengan daging buahnya atau dicampur buah-buahan segar lainnya. Komponen daging buah dan air kelapa mengandung potensi gizi yang cukup baik.


Hasil analisis kimia komponen daging kelapa dari beberapa jenis kelapa Hibrida dapat dilihat pada Tabel 1. Berdasarkan hasil analisis kimia daging buah kelapa muda, ternyata kadar air cukup tinggi di atas 80% dan kadar lemak di atas 5%. Jika dibandingkan dengan produk tanaman hortikultura, maka kadar air, lemak dan protein daging buah kelapa muda mendekati komposisi buah alpokat, yakni kadar air 84,3%, lemak 6,5% dan protein 0,9% (Direktorat Gizi – Departemen Kesehatan, 1981).
Tabel 1. Komposisi kimia daging buah kelapa muda (delapan bulan) beberapa 
              jenis kelapa Hibrida pada umur tanaman enam tahun

Komposisi
Jenis Kelapa Hibrida
Khina-1
PB-121
GKNxDTE
GKBxDTE
GKBxDMT
GRAxDMT
Kalori (kkal)
75,40
104,22
85,79
81,97
81,92
87,97
Kadar air
85,26
85,37
86,06
86,31
87,24
85,26
Kadar Lemak
6,16
7,86
6,19
5,59
6,56
6,33
Kadar Protein
1,60
1,70
1,33
1,42
1,29
1,61
Kadar Abu
0,56
0,51
2,64
0,54
0,55
0,64
Kadar karbohidrat
3,39
6,67
5,98
6,14
4,43
6,14
Kadar Serat kasar
2,29
3,53
2,84
2,88
2,44
2,25
Kdr. Golaktomanan
0,70
0,81
0,59
0,54
0,52
0,60
Kadar Fosfolipida
0,03
0,03
0,03
0,02
0,02
0,03
Kadar Gula reduksi
0,17
0,24
0,10
0,09
0,16
0,07
Sumber : Rindengan, et al. (1995).

Selain itu daging buah kelapa muda mengandung karbohidrat, serat kasar, galaktomanan, fosfolipida serta sejumlah makro dan mikromineral. Bila daging buah kelapa muda digunakan dalam pengolahan produk-produk pangan, maka sifat kimia ini ikut menentukan mutu produk.

Melihat potensi gizi yang juga terkandung pada daging buah kelapa muda, maka sebaiknya bukan hanya air kelapa saja yang dikonsumsi tetapi bersama dengan daging kelapa. Di samping itu bagi golongan konsumen yang menghendaki konsumsi ALTJ tinggi, terutama yang memiliki risiko kolesterol LDL tinggi, maka daging buah kelapa muda dapat menjadi alternatif untuk dikonsumsi karena menurut Hosmark et al. (1980) jika diet kaya PUFA akan meningkatkan kolesterol HDL plasma. ALTJ esensial omega 6 tergolong ALTJ jamak (Polyunsaturated fatty acid, PUFA). Protein daging buah kelapa muda mengandung 15 jenis asam amino, 10 diantaranya termasuk asam amino esensial (Tabel 4). Kesepuluh asam amino esensial tersebut adalah threonin (THR), tirosin (TYR), methionin (MET), valin (VAL), fenilalamin (PHE), ileusin (ILE), leusin (LEU), lisin (LYS), histidin (HIS) dan arginin (ARG). HIS dan ARG tidak esensial untuk orang dewasa, tetapi esensial untuk anak-anak.


        Selanjutnya di pasaran ada satu jenis produk yang digolongkan sebagai bahan untuk nutrisi otak. Salah satu kandungan gizi yang ada pada produk tersebut adalah asam amino GLU. Kandungan asam GLU pada semua jenis kelapa Hibrida berkisar antara 3,59-4,02 %, ternyata tertinggi dibandingkan dengan jenis asam amino lainnya. Dengan demikian mengkonsumsi daging buah kelapa muda, selain dapat memenuhi sebagian kebutuhan asam amino sekaligus memperoleh asam amino GLU sebagai nutrisi otak. Selain komposisi daging buah kelapa dari keenam jenis Kelapa Hibrida, analisis kimia juga dilakukan dari dua jenis Kelapa Dalam (Tabel 5). Dari semua jenis kelapa tersebut di atas, daging buah kelapa muda merupakan sumber kalori yang cukup baik. Nilai kalori berkisar antara 75,40-104,22 kkal untuk kelapa hibrida dan 71,89 kkal untuk kelapa Dalam.